Pengapian Konvensional (Platinum)


 




Pengapian Konvensional (Platinum):

 

 Prinsip operasi, kelebihan dan kekurangan

 

Pengapian konvensional yang biasa dikenal dengan sistem pengapian Platinum  merupakan sistem pengapian pada mesin bensin yang banyak digunakan sejak awal perkembangan mobil hingga sekitar tahun 1980an. Meskipun kini banyak digantikan oleh sistem pengapian elektronik yang lebih kompleks, namun pengapian konvensional tetap menjadi sebuah sistem pengapian konvensional. sistem pengapian konvensional. bagian penting dari sejarah otomotif dan layak untuk dipelajari.  Artikel ini akan membahas prinsip pengoperasian, kelebihan dan kekurangan sistem pengapian konvensional.

 

 

Aturan kerja

 

Sistem pengapian konvensional beroperasi berdasarkan prinsip elektromagnetisme.

Di bawah ini adalah langkah-langkah umum dari proses pencahayaan pada umumnya:

   

Perjalanan penyetoran (perjalanan penarikan):

 

Pada langkah pertama siklus mesin empat langkah (asupan, kompresi, pembakaran, buang), campuran udara-bahan bakar memasuki ruang bakar melalui katup masuk. Langkah kompresi (langkah kompresi):

 

Katup masuk dan katup buang menutup dan piston memampatkan campuran udara-bahan bakar untuk meningkatkan tekanan dan suhu.

 

 

Pembakaran (Pembakaran):

 

Pada kompresi maksimum, busi membakar campuran udara-bahan bakar. Pada sistem pengapian konvensional, busi menggunakan elektroda berlapis platina untuk menghasilkan percikan api.

 

 

Langkah buang (langkah buang):

 

Katup buang terbuka dan gas buang dipompa keluar dari ruang bakar.

 

 

Kelebihan

 

Sederhana dan tahan lama:

 

Sistem pengapian konvensional memiliki desain yang relatif sederhana. Komponen utama seperti busi dan distributor relatif awet jika dirawat dengan baik.

 

 

Harga rendah:

 

Alat penyala konvensional cenderung lebih murah dibandingkan sistem pengapian elektronik yang lebih modern.

 

 

Perawatan mudah:

 

Perawatan dan penggantian penyala konvensional seringkali lebih mudah dilakukan tanpa memerlukan peralatan khusus.

 

 

Kelemahan

 

Kinerja terbatas:

 

Sistem pengapian konvensional cenderung kurang efektif dalam mengoptimalkan pembakaran dibandingkan sistem pengapian elektronik. Hal ini dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar lebih tinggi dan emisi lebih tinggi. Kesulitan yang dapat disesuaikan:

 

Sistem pengapian konvensional memerlukan penyesuaian manual yang sering untuk memastikan pengaturan yang tepat, terutama dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah.

 

 

Kurang fleksibel:

 

Sistem ini tidak dapat memberikan kontrol yang sama seperti sistem pengapian elektronik modern, yang dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi pengoperasian mesin.

 

 

Kesimpulan

 

Meskipun sistem pengapian konvensional telah berkembang selama bertahun-tahun, sistem ini tetap menjadi bagian integral dari sejarah otomotif. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, sistem pengapian elektronik semakin banyak digunakan karena kemampuannya dalam memberikan kinerja dan efisiensi yang lebih baik. Namun, memahami cara kerja sistem pengapian konvensional merupakan langkah penting dalam memahami dasar-dasar teknologi otomotif modern.

 English version of article


Tidak ada komentar:

Posting Komentar